Breaking News : Sudah Ketemu, Inilah Pengakuan Penginjak Al Quran yang Heboh...

Breaking News : Sudah Ketemu, Inilah Pengakuan Penginjak Al Quran yang Heboh di Media Sosial

0
berita terkini : pengakuan pemuda penginjak Al quran

Orbitindo.com – Pelaku penginjak Al Quran yang menghebohkan media sosial akhirnya sudah ditemukan yakni Capry Nanda warga Pasaman Barat, Sumbar.

Setelah beberapa hari menjadi pembicaraan Netizens, akhirnya pelaku penginjak Al Quran yang heboh di media sosial yakni Capry Nanda berhasil ditemukan. Pemuda yang berusia 20 tahun ini merupakan warga Kampung Tangah Jorong Koto Dalam Nagari Sungai Aur Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat.

Menurut pengakuan pelaku, kejadian tersebut berawal pada hari Minggu (12/6) pukul 23.20 di Mushola Al-Ikhlas Kampung Tangah, Jorong Koto Dalam, Nagari Sungai Aur Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat, Capri Nanda bersama empat orang temannya berada di Mushola Al Ikhlas tersebut. Selanjutnya, Capry berniat iseng dengan memperagakan menginjak Al Quran yang kemudian di foto oleh Andri. Setelah itu, foto tersebut diunggah ke media sosial Facebook pada pukul 23.40. 

Setelah viral di media sosial, akhirnya polisi berhasil mengamankan para pelaku dan saksi yang terdiri dari Capry Nanda (20) Eks pelajar, Andi (22) yang memotret , Heru Harimanjaro Batubara (20) eks pelajar, Alfy (20) eks pelajar, dan Iyus (23) eks pelajar. Kelimanya adalah warga Kampung Tangah Jorong Koto Dalam Nagari Sungai Aur Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat.

Menurut pengakuan pelaku dan kawannya, tindakan tersebut belum sampai menginjak Al Quran. Lebih lanjut mereka menjelaskan bahwa tindakan mereka tersebut tidak dalam pengaruh alkohol maupun narkoba. Mereka mengaku menyesal dengan tindakan yang niatnya cuma main-main dan iseng tersebut.

Meski demikian, pihak berwajib tetap menyelidiki kasus ini karena sudah menjadi berita nasional. Tindakan ini diancam dengan pasal 28 ayat 2 UU ITE n No 11 tahun 2008 JO pasal 156 huruf a, KUHP, tentang Tindakan Penistaan Agama dengan ancaman sekitar 6 tahun penjara.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY