Komika yang Gantung Mic di Babak 4 Besar SUCA 2 Tadi Malam, Rabu 7 September 2016

Orbitindo.com – Komika yang  Gantung Mic di Babak 4 Besar SUCA 2 Tadi Malam, Rabu, 7 September 2016. Panggung  Stand Up Comedy Academy kembali menjadi saksi persaingan para komika dalam ajang SUCA 2 dimana pada hari Rabu (7/9) tadi malam para komika yang masih bertahan di babak 4 besar kembali open mic. Keempat komika tersebut yakni Raim Laode Wakatobi, Arafah Rianti Depok, Aci Resti Tangerang, dan Wawan Bekasi.

Wawan Bekasi menjadi komika pertama yang tampil di babak 4 besar SUCA 2 ini yang membuat Eko seneng banget. Sementara menurut Ernest, penampilan Wawan tadi malam perfect, pecah banget. Sedangkan Radit bilang kalau penulisan Wawan kali ini bagus banget. 

Selanjutnya Aci Resti yang tampil kedua dimana anak didik dari Arief Didu ini membawakan materi tentang beberapa hadiah yang akan diterimanya di panggung SUCA 2 tersebut. Penampilan Aci ini mendapat standing ovation dari semua mentor dan juri. Ernest Prakasa bilang kepada Aci, selamat datang di Grand Final. 

Raim Laode menjadi komika yang tampil selanjutnya dimana komika asal Wakatobi ini tampil kurang optimal. Menurut Ernest, jarak sama penonton jadi jauh banget. Sementara menurut Melanie, mugkin penulisan premis Raim tadi malam kurang tepat. 

Arafah Rianti menutup penampilan para komika di babak 4 besar SUCA 2 tadi malam. Menurut Radit, penampilan Arafah lucu tapi belum menunjukkan penampilan juara. Sense komedinya bagus, tekniknya harus lebih kaya! Pastikan wardrobenya nyaman kata Ernest. Selain open mic, empat komika tersebut juga ditantang untuk melakukan roasting sesama komika.

Setelah semua komika tampil, saatnya melakukan pengumuman dua komika yang berada di posisi aman dan dipastikan lolos ke babak grand final yakni Aci Resti dan Wawan. Sedangkan Arafah dan Raim Laode berada di posisi tidak aman atau bottom two. Akhirnya juri memutuskan bahwa Raim Laode yang gantung mic di babak 4 besar SUCA 2 tadi malam.

Sri Rejeki

Bekerja bagi seorang istri itu bukan kewajiban tapi merupakan ibadah

10 thoughts on “Komika yang Gantung Mic di Babak 4 Besar SUCA 2 Tadi Malam, Rabu 7 September 2016

  • Sep 8, 2016 at 6:42 am
    Permalink

    Kenapa harus raim yang gantung mic tadi malam ?

    Reply
  • Sep 8, 2016 at 8:37 am
    Permalink

    sedihhhh bgt raim gantung mic . knp gak wawan …………

    Reply
  • Sep 8, 2016 at 9:19 am
    Permalink

    iya kenapa gak wawan aja ya…………..

    Reply
  • Sep 8, 2016 at 10:46 am
    Permalink

    Juri sudah sering ambil keputusan yang aneh dan ga masuk di akal untuk peserta yang gantung mic sejak babak puluhan besar. Yang secara tehnik dan skill mumpuni malah di gantungin mic, yang cuma mengandalkan gimmick aja malah di pertahanin. #miris#kecewa

    Reply
  • Sep 8, 2016 at 11:19 am
    Permalink

    mudah2an tidak ada motif rasialisme dalam juri ambil keputusan.
    kini peserta tersisa 3 hanya dari seputaran jabodetabek.

    semngat raim laode kamu lebih menghibur dan menunjukan skill

    Reply
  • Sep 8, 2016 at 1:34 pm
    Permalink

    Kompetisi yang di hadirkan di indosiar sepertinya bukan standup tp lebih ke lawakan khas betawi yang lebih mengangkat candaan juri dan penonton..sayang standup yang murni dan cerdas kalah dengan gimic2 gk jelas.kecewa dengan juri melihat peserta yang banyak bakat dan kecerdasan dalam standup malah di lupakan.. standup indo kapan maju dan melangkah ke kanca luar?

    Reply
  • Sep 8, 2016 at 4:51 pm
    Permalink

    Sedih banget raim laode gantung mic! Knp harus raim sih. Knp bukan arafah aja? Emang apa lucunya si arafah? Ngomong aja kaga jelas.

    Reply
  • Sep 8, 2016 at 8:56 pm
    Permalink

    Apa hebatnya sih arafa … ngomongnya saja tidak jelas ngk di mengerti….lucunya hanya saat dia bicara saja…jurinya kayaknya bukan menilai wawasan peserta …. tapi menilai kedekatan saja. ApLagi si radit … bukan tipe juri adil. Stnd up betawi….

    Reply
  • Sep 9, 2016 at 11:30 pm
    Permalink

    apakah karena Arafah banyak diperbincangkan dan bintang cewek cantik tp aneh, yang membuat juri tidak lagi melihat Subtansi melainkan Subyektif dan kesosokan.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *